lingkaran aktivis
sebelumnya saya sudah pernah membahas bukan, ‘lingkaran ngatain orang’ yang menjadi bagian dari lingkaran hidup yang tidak dapat dihindari? sekarang saya akan membahas suatu bagian dari circle of life lagi, yaitu lingkaran aktivis. dalam hal ini kita membahas kemahasiswaan di indonesia.
latar belakangnya adalah negara indonesia yang cenderung chaos dalam pemerintahannya. para pemimpin yang sudah sangat korup dan tidak bisa memenuhi kebutuhan rakyat: harga-harga menjadi naik, penggusuran di mana2, lapangan kerja berkurang, dsb. rakyat tidak bisa berbuat apa-apa lagi menghadapinya. saat-saat seperti ini siapakah yang menjadi pembela mereka? mereka adalah aktivis mahasiswa. aktivis dengan idealisme mereka yang tinggi; ingin berkontribusi untuk bangsa, membela kaum lemah, membenahi kebobrokan2 yang ada di negara, dll.
ketika yang berada di kursi pemerintahan tidak lagi dapat dipercaya, para aktivis melakukan pergerakan. mereka melakukan demo di jalan dengan penuh tenaga, mentransfer idealisme dengan kaderisasi di kampus, melakukan propaganda dengan media2 kampus, dan banyak hal lain. intinya para aktivis mahasiswa ingin melakukan perubahan pada apa yang sedang terjadi di negara ini. mereka ingin menggeser pemerintah yang lama dan korup lalu menggantinya dengan generasi-generasi baru.
para aktivis yang berada di garda terdepan dalam melakukan aksi menentang pemerintah, mendapat kepercayaan di mata rakyat. mereka lalu mendapat dukungan massa untuk join politik. ketika terlibat urusan politik, mereka sudah berumur dan telah memiliki keluarga yang tentunya tiap orang pasti lebih mengutamakan terlebih dahulu. idealisme mereka yang tadinya digembar-gemborkan saat masih menjadi aktivis muda lama-kelamaan terkikis karena adanya kepentingan tersebut. alhasil ujung-ujungnya mereka korup2 juga saat menduduki kursi di pemerintah. diinisisasi dari korup-korup kecil yang mereka lakukan ketika masih menjadi mahasiswa: nyontek misalnya.
kemudian para pemimpin baru yang korup ini membuat chaos di negara kita. membuat harga-harga semakin naik, penggusuran makin banyak, dan lapangan pekerjaan semakin sempit. seperti sebelum-sebelumnya, jika ada yang tidak beres di pemerintahan maka aktivis mahasiswa generasi baru mulai bergerak. mereka berdemo lagi, propaganda massa lagi, melakukan kaderisasi lagi. lalu dari kalangan aktivis, muncul ke permukaan tokoh politik lagi yang ujung-ujungnya korup2 lagi. begitulah seterusnya. lingkaran ini tidak akan berhenti karena dalam dunia aktivis ada yang disebut kaderisasi yang mentransfer nilai-nilai kemahasiswaan.
mungkin ada yang boleh berpendapat tulisan saya mengada-ada. tapi sejarah telah membuktikan.
siapakah yang menurunkan sukarno? aktivis mahasiswa
siapakah yang menurunkan suharto? aktivis mahasiswa
siapakah yang korup selesai pemerintah sukarno? para pejabat di masa suharto yang dulunya aktivis mahasiswa
siapakah yang korup selesai pemerintah suharto? anggota dpr yang dulunya aktivis mahasiswa
kita men-zoom in apa yang terjadi di sekitar kita. tiap ada mahasiswa baru, maka kaderisasi atau transfer nilai aktivis diadakan. kita disuruh baris dengan sigap seperti tentara, diteriak-teriakin sama senior, bahkan di beberapa kampus ada yang main kontak fisik: dipukulin sampai memar. hal-hal tersebut hanyalah agar para mahasiswa baru kelak menjadi bagian dari lingkaran aktivis ini.
coba renungkan para mahasiswa! sekali lagi saya tekankan bahwa lingkaran aktivis adalah salah satu bagian dari circle of life yang tidak dapat dihindari. oleh karena itu, kalau tidak mau ikut dalam lingkaran ini, jangan menjadi aktivis, jangan pernah mau disuruh senior ikut kaderisasi, atau saya tantang kalian, para mahasiswa, untuk membuktikan kalau saya salah!
7 Comments »
Leave a comment
-
Recent
-
Links
- syarif al-hadromi
- astri l. wardhani
- ekavianty
- yorina sarah
- hanif
- irawan surya
- isma
- nur aini
- kecap
- ibun
- yoka
- pepenk
- agnil
- icha
- gibran
- wiwit
- konar
- amjah
- ibun2
- adriansyah
- aslam hadi
- adithya mulya
- tips nulis fiksi
- sawung
- topique
- raditya dika
- gagas media
- cerita motivasi
- muammar ganesya
- jaka rama
- shedy
- bestadi buhron
- kemal argha
-
Archives
- February 2009 (1)
- September 2008 (1)
- August 2008 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

haha.. boleh2… tulisan yang provokatif!
kalo lw ikut lingkaran pasifis ya?
Dari sekarang lw ga ngapa2in alias pasif. ntar pas lw udah gede, banyak mahasiswa yang ngeliat lw jadi orang yang pasif, terus tuh mahasiswa nyontoh lw jadi orang yang pasif. Trus lama kelamaan semua orang cuek sama negara ini, haha.
Daripada ikut kaderisasi, mending ikut ibayisasi aja ya? tiap minggu jadwalnya imunisasi di posyandu pelesiran..
sungguh postingan yang menggoda.. hahaha..
bay,, apa kabar neh ?? dah lama gk bersua..
btw, taro link blog gw donk di blogroll lw.. ya??
thx yah…
wew.. kalo gt.. kitalah yang bisa jadi ujung lingkaran/ penghentinya..
kalo ga kita, siapa lagi..
hehehe..
tetep peduli meski ga aktip KM lagi..
hmmm.
dari dulu ga tertarik sama aktipis km-kman
lebih tertarik sama outreach.
tah papa itu tag blog gw tulaisan nnya umpit barongsek
gw banged tuch
Ya memang kalau bukan kita generasi muda yang mau perduli dengan kondisi Indonesia, sipa lagi…..
cuman sekarang sulit nyari temen yang mau perduli dengan keadaan masyarakat. ok ku setuju banget dengan adanya ini, lingkaran aktivis gimana ni aku mau ikutan.
ku hidup di pemberdayan masyarakat, yang dapet program pendampingan dan penganggaran desa.
gimana ni caranya masuk ke dalam lingkaran aktifia